Suci sekeping hati
Hafiz @ Angah (left) and Syafiq
DAY 1
Sejurus selepas pulang dari pekan…
Hafiz: Kak Nik, dah senja ek? Dah azan ke belum?
Me: Belum. Kena tunggu sekejap lagi..
Hafiz: Ye ke… ingat nak sembahyang maghrib dah…
Me: (wah… sejak bile tanya azan ni?)
Day 2
Hafiz: Kak Nik, dah lima dah!
Me: Apa yang dah lima?
Hafiz: Dah lima waktu angah solat hari ni!
Me: Wahhh… maksu! Sejak bila anak maksu insaf ni?
Maksu: Ala.. Hari tu dengar ceramah agama pasal kita takkan dapat menanggalkan 3 ikatan syaitan kalau tak baca doa bangun tidur, wudhuk n solat subuh. Dia takut syaitan ikut dia sepanjang hari..
Me: Subhanallah! Alhamdulillah! Allahu Akbar!
Divine Contentment
[Al-Tirmidhi relates this and says: It is a good, genuine Hadith]
In a version other than that of al-Tirmidhi it reads:
“..Be mindful of Allah, you will find Him before you. Get to know Allah in prosperity and He will know you in adversity. Know that what has passed you by was not going to befall you; and that what has befallen you was not going to pass you by. And know that victory comes with patience, relief with affliction, and ease with hardship.”
Flashing back on the milestones of life that I’ve gone through so far, I could describe that the first 20 years was rather plain. Everything was easy for me. Alhamdulillah, Allah granted me with almost all the wishes that I made. I almost forgot the meaning of failure and disappointment. People said that I was victorious and lucky. But deep inside, I felt empty.
Alhamdulillah, when my paradigm towards life was changed four years ago, I decided to dedicate my every single breath to Allah, being a real servant of Him who is willing to give her life and death for the sake of this deen (Amin). Since then, life is no more smooth sailing. Challenges have been continuous, until this very moment.
Do people think that they will be left alone because they say “we believe” and will not be tested. And We indeed tested those who were before them. And Allah will certainly make it known (the truth of) those who are true, and will certainly make it known (the falsehood of) those who are the liars (although Allah knows all that before putting them to test). Ankabuut: 2-3.
Huhuhu.. that is the power of the phrase “I believe”. Alhamdulillah, the teaching of Quran has taught me to forget the definition of sadness. Despite the incessant tests, deep inside, I feel content.
With the light of iman in your heart, you can choose to be strong instead of being hurt and weak. You can choose to be patient instead of angry. You can choose to be content instead of depress. You can choose to guide your heart. You can choose…
Know that even if the Nation (or the whole community) were to gather together to benefit you with something, they would not benefit you with anything except that which Allah has already recorded for you, and that if they gather together to harm you with something, they would not be able to harm you with anything except that which Allah has already recorded against you.
So, if you think that you are being hurt by somebody, just forgive and forget by leaving that person with his/ her intention to Allah. With that, you can always keep smiling despite all the calamities that befall onto you. Boleh bah, kan (My housemate always ask me how can i be so joyful regardless of all the burdens in hand? hmmm.. when you can choose to smile and be happy, why not?) J
Below is an excerpt from a book entitled Everyday Greatness (well, it does not hurt to read any lesson that is parallel with Islamic teaching J )
One early spring day, I met an old farmer. It had been a rainy spring, and I commented about how good it must be for the crops to have so much rain early in the season. He replied, “No, if the weather is too easy on the crops now, the plants may only grow roots on the surface. If that happens, then a storm could easily destroy the crops. However, if things are not so easy in the beginning, then the plants will have to grow the strong and deep roots they need to get at the water and nourish down below. If a storm or drought comes, they are more likely to survive.” Now I look at rough times as an opportunity to put down some roots to help me weather future storms that may come my way. ~ Jerry Stemkoski ~
Having Allah on your side does not mean sailing with no wave. It’s about sailing in such a ship that no storm can sink it. 64:11.
Jalan Bahagia
Bukan paras rupa
Pandangan Tuhan pada manusia
Beriman dan bertaqwa berakhlak mulia
Disisi Tuhan itu yang utama
Siapa yang berbakti dengan ketabahan
Sabar menempuh ketentuan Tuhan
Baginya syafaat dunia akhirat
Kurnia Tuhan tidak terkira
Didalam menjalani hidup didunia
Tiada lepas dari pancaroba
Kita yang diciptakan dengan kelemahan
Perlukan petunjuk panduan Tuhan
Tiada yang kuasa melainkan Dia
Mentakdir menentukan segalanya
Supaya selamat dunia akhirat
Tekun pada amal ibadah
Oh.. Tuhan yang Esa
Pada-Mu kami panjatkan doa
Moga dipeliharakan ditetapkan iman
Dunia ini penuh cabaran
Oh Tuhan yang Esa
Untuk-Mu kami tempuh segala
Pandanglah dengan rahmat-Mu
Pandangan kasih-Mu
Pimpinlah kami jalan bahagia
Selamanya
Munsyid : Hijjaz
Lagu & Lirik : Kamal Halim
Warna merah hati pada mawarku…
” Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, nescaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantiNya kamu dengan kaum yang lain”. (9:39)
Ibnu Taimiyah berkata tentang tafsir ayat ini:
“Kadangkala siksaan datang dari Allah, dan kadangkala melalui tangan manusia. Apabila manusia meninggalkan jihad fi sabilillah, maka bisa jadi Allah akan menguji manusia dengan cara menimpakan permusuhan sesama mereka sehingga terjadilah kekacauan di tengah kehidupan mereka sebagaimana kenyataan yang sering kita lihat. Sebenarnya apabila umat telah sibuk berjihad fi sabilillah, maka Allah akan mempersatukan hati mereka dan menjadikan potensi kekerasan yang ada pada mereka terarah kepada musuh mereka dan musuh Allah. Akan tetapi apabila mereka tidak mahu berjuang di jalan Allah, maka Allah akan mengazab mereka dengan membuat mereka berpecah belah, sehingga mereka saling bermusuhan.”
Wa na’udzubillah..
Aku sendiri tak pasti.. apakah erti warna merah hati pada mawarku ini.. adakah kerana malu atau luka.. Yang pasti, aku tetap meyakini.. selagi manaku menjaga Allah, Allah pasti menjagaku… Ihfazillah, yahfazka!
Buangkanlah aku dari negeri, maka aku boleh melancong.. Campakkanlah ku ke dalam penjara, maka bolehlah aku berehat.. Maaflah, kerana aku sudah tidak pandai sedih dan tidak pandai putus asa hanya kerana ketentuan manusia.
< sentuhan Al-’Awa’iq>
Sebaik-baik teman..
Jadilah sebaik-baik teman, maka kamu akan dikelilingi oleh teman-teman yang baik.
Ibnu Abbas r.a. berkata:
“Wahai Rasulullah, teman bagaimanakah yang baik itu? Rasulullah s.a.w. menjawab, ” Yaitu dengan melihatnya kamu menjadi ingat kepada Allah, ucapannya menjadikan amal kamu bertambah, dan amal perbuatannya mengingatkan kamu akan akhirat.” (Hadith sahih)
Ada teman yang apabila bergaul dengan mereka, membuatkan hati mati… padahal mereka hidup. Tetapi… Ada teman yang apabila bergaul dengan mereka, membuatkan hati menjadi hidup, padahal mereka sudah mati…
Diceritakan bahawa seorang lelaki mulia melewati kubur Abdullah ibnu Mubarak rahimahullah, kemudian dia berdendang..
“Suatu pagi aku melewat kuburan Abdullah ibnu al-Mubarak. Maka dia memperluaskan diriku dengan nasihatnya padahal dia tidak berbicara. Dan dengan ilmu yang ada dalam padaku, serta dengan uban yang ada di kepalaku, aku menjadi kaya. Namun aku lihat peringatan itu bisa menyedarkan orang yang lupa, bila datangnya dari tokoh sejati..”
Jadikan hati terus hidup dan menghidupkan hati-hati lain…
Dakwah hanya untuk orang yang tidak sibuk..!
Dengan Nama ALLAH yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
“Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan qawlan sadid. (Surah an-Nisa’ [4]:9)”
Ucapkanlah “qoulan syadida”. Begitulah perintah ALLAH SWT. Perintah yang membuatkan saya, sungguh pun tersangat sibuk menjayakan tugas dan amanah sebagai seorang profesional, namun harus mencoretkan sesuatu sebagai teguran sekaligus tazkirah buat mujahidah da’wah, agar sikap dan mind-set (fikrah) tidak menyimpang daripada sikap dan fikrah sebenar seorang mujahidah da’wah.
Sangat aneh tatkala student universiti sudah pandai memberikan alasan “sibuk” untuk alpa dan tidak bersungguh dalam da’wah. Apakah mereka menyangka bahawa bila tiba di alam kerjaya, kesibukan itu akan hilang? Adakah mereka menyangka betapa mujahid-mujahid da’wah yang telah menginfakkan dirinya, keluarganya, hartanya dan seluruh hidupnya di jalan ALLAH, adalah bukan student atau pekerja seperti mereka, sehinggakan mereka tidak pernah disibukkan dengan urusan pembelajaran atau pekerjaan?
Katakan saja anda tidak cintakan Islam, kerana jika benar anda cintakan Islam, mana mungkin semudah dan semurah itu alasan akan anda berikan. Janganlah anda menghina para mujahid da’wah, seakan-akan mereka ini tidak pernah sibuk hinggakan sentiasa mempunyai masa untuk diberikannya pada jalan ALLAH.
Janganlah anda menghina Abu Bakar as-Siddiq R.A, Umar al-Khattab R.A, dan sahabat-sahabat lain R.A, para tabi’in, tabi’it tabi’in, Hassan al-Banna, Yusuf al-Qaradhawi, dan lain-lain, yang hidup mereka full time sebagai pendakwah, sedang part time mereka sebagai Cikgu, atau peniaga, atau engineer dan sebagainya, dengan menganggap mereka-mereka ini tidak pernah bertembung dengan kesibukan duniawi. Mereka juga sibuk, tapi cinta mereka pada ALLAH, Rasul dan Islam mengatasi kesibukan duniawi mereka.
(dipetik dari faridul.blogspot.com dengan edit oleh muntalaq.wordpress.com)
**************************************************************************************************
Ouch, tertampar betul dengan artikel di atas.
S I B U K
T I M E C O N S T R A I N T
Perkataan-perkataan yang sering bermain-main dibibir sejak kebelakangan ini. Tapi yang best nyer.. cepat je teguran Allah datang dalam bentuk pelbagai..
Terbaca sepotong peringatan dari satu email: “Those who curse the shortness of time are those who abuse it.”
Petikan dari Raqaiq: Jika kamu tidak disibukkan dengan perkara besar, maka kamu akan disibukkan dengan perkara kecil.
Memetik kata-kata Hassan AlBanna dalam menceritakan perihal Ikhwan… “ Di siang hari, mereka lah yang paling sibuk di kantor.. Malam dihabiskan untuk berdakwah… Wang gaji hujung bulan diserah untuk ummat ini…”
Subhanallah!
I have to adamantly say that I AM NOT BUSY ENOUGH!
Sharpening your axe
The last entry of this blog was posted 1 YEAR and 3 MONTHS AGO. Quite a long hibernation period.. huhuh.. I dont think it was hibernation.. Settling time before reaching steady state?
Most of us think that when we are going through some transitions, it is OK to take time to settle down. We need time to clear things up before we can effectively functioning.
Having this thought in mind will never bring you anywhere. You’ll be at your lost if you let your life ’settles’ like the free damped motion in Physics Law. Take ownership of life, steer every barriers into opportunities and make a Driven Motion.. Optimise the asset that you have in hand rather than worrying too much about something that you dont have or regretting on something that you have lost. Verily for a muslim, laa khaufun ’alaihim wa laahum yahzanun. No fear, no regret.
I feel like starting to write again. Hopefully this will last quite long, insyaAllah.
As they see it
As the kids see it..
cousin 1: Kak Anis (my sister), cakap ngan Kak Nik (my nickname at home), Angah dah taknak kawan dia lagi..
Kak Anis: Kenapa Angah taknak kawan Kak Nik?
cousin 1: Sebab Kak Nik asyik hilang takder kat rumah je..
**********
cousin 2: Kenapa Kak Nik asyik pegi tidur umah kawan je? Baru je balik, pastu gi lagi. Syafiq baru nak belajar dengan Kak Ni..
me: Bukan tidur umah kawan saje-saje la..
**********
As the adults see it..
nenek: Semalam aku buat begedil, ko kluar pulak.. Budak-budak tu kata kalau Kak Nik ada, mesti dia suke begedil ni.
mak su: Tak tau pulak ko nak kluar lagi.. Aku pun buat la cheese cake untuk ko. Ko takde kat umah plak..
****************
uhuks… i don’t mind what they think. But i hope to be more careful next time and eventually make them understand.
Nevertheless..
How does Allah see it?
O Allah, please accept my small deeds..


